PEMIMPIN ABAL-ABALAN
Indonesia adalah salah
satu negara dengan SDM yang begitu melimpah.tercatat indonesia bertengger
diperingkat empat dunia dengan jumlah penduduk 251,160,124 jiwa dibawah
China,Amerika Serikat dan India dengan luas wilayah 1,904,569 km.58 juta
diantaranya adalah seorang pelajar baik dari kalangan Sekolah Dasar sampai
Perguruan Tinggi,yang ada diluar negeri maupun daidalam negeri.contohnya saja
di negara tetangga kita Australia tercatat mahasiswa indonesia disana sekitar
13.000 orang.
Bagaikan biji kacang
hijau disebar pada lahan gambuk dan subur yang menjadi harapan bagi para
petani,begitulah perumpamaan yang bisa diagambarkan betapa kayanya negeri kita
ini Indonesia.
Kita memang patut
berbangga dengan banyaknya jumlah Sumber Daya Manusia terkhusus pelajar
kita.Tetapi dalam melahirkan dan menciptakan pemimpin yang berintegritas tingi
serta mampu memimpin tanpa ada rasa goyah sedikitpun terhadap amanah yang
dipikulnya itu masih sangat kurang.Orang bijak mengatakan tak semudah membalikkan
telapak tangan,butuh kerja keras dalam mewujudkan itu semua.Pemerintah dalam
hal ini harus mampu lebih peka melihat peluang ini.Jika pemerintah mampu
memberikan perubahan ,bukan tidak mungkin masa depan indonesia lebih cerah dan
mapan.
Miris hati melihat fenomena
sekarang,bibit bangsa yang sudah mulai tumbuh dewasa,hanya sedikit yang
berhasil bertahan.kebanyakan dari mereka terhenti karena alasan biaya sekolah
mahal.Memang dalam hal ini,sistem indonesia memang sudah bagus,akan tetapi
orang-orang yang berada didalamnya lupa akan tanggung jawabnya.padahal orang
birokrasi yang ada disana juga dulunya adalah pelajar yang bisa jadi pernah
menjadi anti pemerintahan yang kemudian setelah menduduki kursi berputar lupa
akan apa yang dia perjuangkan selama ini.
Keluarga adalah
kunci kualitas dari Sumber Daya Manusia,ruang lingkup yang begitu sempit
sehingga mampu dikontrol dan dibina lebih muda.Peran orang tua dalam keluarga
sangat dibutuhkan disini,tapi kebanyakan orang tua membiarkan anak-anaknya
melakukan hal-hal yang berpotensi merusak masa depan sang anak dengan pemikiran
bahwa saya pernah mudah,pernah melakukan hal seperti itu.Hal ini adalah
persepsi yang sangat keliru untuk ditiru,biasanya fenomena seperti ini terjadi
di perkotaan kumuh yang menghalalkan segala cara mendapatkan uang tanpa ada
batasan tertentu.apalagi ketika orangtua tak pernah dididik dan tak mau dididik
maka proses negatif akan mudah muncul.
Selain lingkungan
keluarga,peran lingkungan pendidikan begitu penting dalam pembentukan
karakter,karena kenapa?sekolah adalah rumah kedua bagi seorang anak.Tapi yang
jadi permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini adalah lebih mengarah kepada
kalimat”asal kau pintar”sehingga meninggalkan penanaman pembentukan
karakter.Bahkan pernah ada isu bahwa mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam akan dihapus dan Bahasa daerah yang jarang sekali dimasukkan dalam
pembelajaran di sekolah-sekolah.Sehingga setelah murid tamat dan
kemudian melanjutkan ke Pergutuan Tinggi tentu ini akan dibawah atau bahkan
terbawah oleh pengaruh negatif lebih besar dari lingkungan barunya,ketidak
adanya backup sewaktu mereka kecil.ketika sang anak menjadi pemimpin, otomatis
peluang untuk melakukan korupsi sangat besar.jadi,disini sangat dibutuhkan
penanaman nilai agama serta perhatian penuh dari orang tua kepada anaknya
menuju indonesia lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar